Hey semuanyaa...
makasih ya udah nyempetin datang
ke blog ini.
ohh ya kali ini
aku lagi coba nih ngepost sebuah cerpen yang di dalamnya tentang kehidupan di
sekolahan. semoga dari membaca cerpen ini bisa diambl manfatnya ya :)
Nih ceritanya...
Nama ku adalah Tri
Wicaksono.Aku adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara.
Alamatku di jalan
Mekaraya Timur blok. 3 No. 3 RT 3 / RW 3 , Kabupaten Banjar. Aku lahir di
Jakarta pada tanggal 3 bulan 3 tahun 2003 pada hari ke-3 pukul 03.00.
Sekarang aku duduk
di bangku kelas 3 dengan nomor absensi 33 di SDN Nusawangi 3. Di sekolah aku
selalu mendapatkan ranking 3.
Aku merasa heran
kepada seluruh teman-temanku yang selalu menjauhiku ,selalu mengejekku dengan
angka 3 tersebut. Akupun merasa heran mengapa aku selalu berhubungan dengan
angka 3 .
Sempat aku
berfikir apakah itu adalah angka sialku atau mungkin angka yang baik untukku.
Namun karena terlalu pusing memikirkannya akupun mencoba melupakannya.
Oh ya,di sekolah
aku memiliki tiga mata pelajaran yang sangat aku sukai diantaranya matematika,
bahasa indonesia dan IPS. Nilainyapun menurutku tidak begitu memalukan,aku
selalu memperoleh nilai 93.
Di sekolah akupun
memiliki 3 orang sahabat yang setia padaku namanya Rian Firmansyah, Rafa Fauzan
dan Rizal Furnawan. Ketiga temanku itu sering disebut 3RF karena lihat saja
ketiga anak itu semuanya berinisial RF. Mereka semua memang sangat baik padaku
karena berkat mereka pulalah aku bertahan di sekolah ini . mereka selalu
menenangkanku ketika aku sedang diejek oleh temanku yang lainnya.
Pada suatu hari
aku terpilih mengikuti perlombaan matematika antar kelas dan aku yang terpilih
oleh wali kelasku untuk mewakilinya.Aku sangat senang karena diberi kepercayaan
untuk mewakili perlombaan tersebut, Namun pada saat itu pula semua temanku
sepertinya tak setuju padaku. Kulihat mereka semua menajamkan arah pandangan
mata mereka padaku saat aku diumumkan oleh wali kelasku mewakili perlombaan
tesebut .Mereka juga mengangkat sebelah halis mereka dan bibirnya seperti orang
yang ragu kepadaku. Bahkan ada diantara mereka yang memberikan kepalan tangan
padaku,mengangkat ibu jarinya namun arahnya dibalikkan = , ada juga yang
meremas kertas yang ada di atas mejanya sendiridan menggesek-gesekkan kedua
telapak tangan mereka sendiri. Dengan itu jelas terlihat kekesalan mereka
padaku. Mereka sepertinya ingin sekali mengusulkan ketidak setujuan mereka
kepada wali kelas kami Bu Kina , tapi mungkin mereka tidak berani
mengatakkannya.
“Memangnya anak
tiga itu bisa mengerjakan soal-soal??Nanti bukannya menang malah dapet nilai
tiga ,ihh .........memalukan.” serutu Nira berkata cetus padaku.
Idih,,dia emang
anak yang termasuk dengki sama orang . Ia merasa dialah yang berhak memiliki
semuanya.
Mungkin saja ia
bisa berbuat begitu karena ia memang memiliki semuanya. Dari parasnya, bibit
dan bobotnyapun terpandang baik .Sayangnya anak konglomerat itu memiliki akhlak
yang sering menyakiti orang lain.
Balik lagi ,saat
aku dienjek oleh Nira dan teman –teman lainnya aku hanya diam saja. Entah
mengapa setelah mendengar itu semua semangatku hilang semua. Susah bagiku
menghindari kata – kata tersebut.
Semenjak diumumkan
perwakilan lomba tersebut, jelas sekali semua teman sangat kesal kepadaku
bahkan meraka tak mau melihat mukaku. Sampai - sampai ketika istirahatpun
mereka lebih baik berpindah kantin daripada harus beli jajanan berbarengan
denganku. Sayang , sahabat 3RF ku semuanya sakit.Mungkin kalau mereka ada
sekiranya aku bisa terhibur.
Sungguh hatiku
merasa sangat tidak enak pada mereka.Entah mengapa aku merasa gelisah dan aku
hendak mengurungkan niatku untuk mengikuti lomba tersebut.
Masih hari itu
,aku segera bergegas menemui wali kelasku Bu Kina.
“Bu ,apakah lebih
baik saya tidak mengikuti lomba ini saja,kan masih ada Nira yang mendapatkan
peringkat 1 di kelas?” Rujukku .
Namun Ibu hanya
tersenyum dan berkata ”Belajarlah ,kamu pasti bisa!!!”sambil membelai rambutku.
Kemudian aku
kembali kedalam kelas.Di perjalanan aku sempat berfikir bahwa meskipun banyak
orang yang tak setuju kepadaku dan mengejekku,namun aku harus tetap semangat
belajar.Mungkin dengan memenangkan lomba ini,mereka bisa lebih menghargai dan
bisa berhenti mengejekku.
Pulang sekolah aku
terus belajar dan belajar ,memahami materi dan berlatih soal latihan.Selain itu
aku juga terus berdoa kepada tuhan agar memudahkanku pada pelaksanaannya.
Hingga pada
waktunya, aku mulai mengikuti babak penyisihan. Semua teman terlihat
memperhatikankanku yang sedang mengerjakan soal.
Lalu di sela –
sela mengerjakan soal, terdengar lagi diantara mereka” Anak tiga itu takkan
mungkin memenangkan perlombaan ini.” Suaranya itu sangat keras sampai –sampai
menggetarkan tubuhku.
Tak tahu
mengapa,ketika mendengar kata itu(anak tiga) pikiranku selalu menjadi kosong
dan konsentrasiku menjadi buyar .Rasanya sulit bagiku mengerajakan soal-soal
tersebut . Karena kesal , ingin sekali aku merobek semua soal dan lembar
jawaban yang ada di atas mejaku. Namun saat aku menoleh ke depan,dekat pintu
ada guruku dengan wajah harapan kemenangan dariku.
Akupun merasa malu
dan segera kembali melanjutkan mengisi soal walau hatiku masih kesal atas
perkataan temanku.
Waktupun
habis,kemudian lembar jawaban para peserta dikumpulkan.
Alhamdulillah...
ternyata dari semua soal yang ku kerjakan , hanya 3 nomor yang salah dan
bangganya lagi aku termasuk urutan ketiga dari lima orang yang terpilih
melanjutkan ke babak selanjutnya.
Tiba-tiba Nira dan
segerombolan kawannya datang menghampiriku kemudian membisikkiku .
“ Sekarang kamu
hanya salah 3, apakah babak selanutnya akan tetap begitu hahh??”
Kemudian aku hanya
membalasnya dengan senyuman. Aku tak mengerti mengapa mereka berkata begitu
padaku,apakah mereka mengejekku atau menyemangatiku aku tak tahu. Namun yang ku
tahu adalah aku harus terus belajar dan berdoa kepada tuhan agar aku
memenangkan perlombaan ini.
Setiap kali
shalat, aku selalu berdoa agar kelak aku menang,teman- temanku bisa menemaniku
dan tak mengejekku lagi.
“Amiin.........’’
Kemudian setelah
beberapa babak ku lewati ,hari ini adalah hari terakhir perlombaan karena hari
ini adalah babak final.
Aku memasuki
ruangan dengan penuh doa kemudian duduk di kursi yang telah disediakan.
Petugaspun segera
memberikan soal pada setiap peserta ,lalu aku berdoa dan mengerjakan soal
dengan hati- hati.
Di balik jendela
terlihat teman –temanku melihatku. Aku berharap mereka mendukungku walau
mungkin tak begitu.
Disana temanku
Feri berteriak lewat sela- sela jendela yang terbuka” Hey anak
tigaaa....,apakah kamu yakin akan memenangkan perlombaan ini??Hhuu...”
Seisi ruangan
menolehnya sambil menggelengkan kepalanya,karena mungkin merasa terganggu
karena teriakannya.
Akupun hanya
tersenyum dan dalam hati berkata’’ iya”.
Semua peserta
selesai mengerjakan soal kemudian mengumpulkan lembar jawabannya. Hasilnya akan
diumumkan besok pagi.
Keesokan harinya
hasilnyapun diumumkan . Ternyata aku mendapat nilai tertinggi dari semua
peserta. Semua tampak heran kepadaku,namun kemudian mereka terlihat bangga dan
semuanya memelukku begitu pula Nira dan Feri dan tak terkecuali Bu Kina.Bahkan
ia sempat meneteskan air matanya ketika memelukku.
Hal inilah yang ku
harapkan dan kini aku berhasil merasakannya.
Terimakasih tuhan
dan semuanya .........
Semoga akan
terjadi kesenangan seperti ini untuk SELAMANYA!!!!!!!!!!!!!!
AMIIN....