Kamis, 27 Maret 2014

Harapan Dari Angka 3






Hey semuanyaa... makasih ya udah nyempetin datang

ke blog ini.
ohh ya kali ini aku lagi coba nih ngepost sebuah cerpen yang di dalamnya tentang kehidupan di sekolahan. semoga dari membaca cerpen ini bisa diambl manfatnya ya :)
Nih ceritanya...

Nama ku adalah Tri Wicaksono.Aku adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara.


Alamatku di jalan Mekaraya Timur blok. 3 No. 3 RT 3 / RW 3 , Kabupaten Banjar. Aku lahir di Jakarta pada tanggal 3 bulan 3 tahun 2003 pada hari ke-3 pukul 03.00.


Sekarang aku duduk di bangku kelas 3 dengan nomor absensi 33 di SDN Nusawangi 3. Di sekolah aku selalu mendapatkan ranking 3.


Aku merasa heran kepada seluruh teman-temanku yang selalu menjauhiku ,selalu mengejekku dengan angka 3 tersebut. Akupun merasa heran mengapa aku selalu berhubungan dengan angka 3 .


Sempat aku berfikir apakah itu adalah angka sialku atau mungkin angka yang baik untukku. Namun karena terlalu pusing memikirkannya akupun mencoba melupakannya.


Oh ya,di sekolah aku memiliki tiga mata pelajaran yang sangat aku sukai diantaranya matematika, bahasa indonesia dan IPS. Nilainyapun menurutku tidak begitu memalukan,aku selalu memperoleh nilai 93.


Di sekolah akupun memiliki 3 orang sahabat yang setia padaku namanya Rian Firmansyah, Rafa Fauzan dan Rizal Furnawan. Ketiga temanku itu sering disebut 3RF karena lihat saja ketiga anak itu semuanya berinisial RF. Mereka semua memang sangat baik padaku karena berkat mereka pulalah aku bertahan di sekolah ini . mereka selalu menenangkanku ketika aku sedang diejek oleh temanku yang lainnya.


Pada suatu hari aku terpilih mengikuti perlombaan matematika antar kelas dan aku yang terpilih oleh wali kelasku untuk mewakilinya.Aku sangat senang karena diberi kepercayaan untuk mewakili perlombaan tersebut, Namun pada saat itu pula semua temanku sepertinya tak setuju padaku. Kulihat mereka semua menajamkan arah pandangan mata mereka padaku saat aku diumumkan oleh wali kelasku mewakili perlombaan tesebut .Mereka juga mengangkat sebelah halis mereka dan bibirnya seperti orang yang ragu kepadaku. Bahkan ada diantara mereka yang memberikan kepalan tangan padaku,mengangkat ibu jarinya namun arahnya dibalikkan = , ada juga yang meremas kertas yang ada di atas mejanya sendiridan menggesek-gesekkan kedua telapak tangan mereka sendiri. Dengan itu jelas terlihat kekesalan mereka padaku. Mereka sepertinya ingin sekali mengusulkan ketidak setujuan mereka kepada wali kelas kami Bu Kina , tapi mungkin mereka tidak berani mengatakkannya.


“Memangnya anak tiga itu bisa mengerjakan soal-soal??Nanti bukannya menang malah dapet nilai tiga ,ihh .........memalukan.” serutu Nira berkata cetus padaku.


Idih,,dia emang anak yang termasuk dengki sama orang . Ia merasa dialah yang berhak memiliki semuanya.


Mungkin saja ia bisa berbuat begitu karena ia memang memiliki semuanya. Dari parasnya, bibit dan bobotnyapun terpandang baik .Sayangnya anak konglomerat itu memiliki akhlak yang sering menyakiti orang lain.


Balik lagi ,saat aku dienjek oleh Nira dan teman –teman lainnya aku hanya diam saja. Entah mengapa setelah mendengar itu semua semangatku hilang semua. Susah bagiku menghindari kata – kata tersebut.


Semenjak diumumkan perwakilan lomba tersebut, jelas sekali semua teman sangat kesal kepadaku bahkan meraka tak mau melihat mukaku. Sampai - sampai ketika istirahatpun mereka lebih baik berpindah kantin daripada harus beli jajanan berbarengan denganku. Sayang , sahabat 3RF ku semuanya sakit.Mungkin kalau mereka ada sekiranya aku bisa terhibur.


Sungguh hatiku merasa sangat tidak enak pada mereka.Entah mengapa aku merasa gelisah dan aku hendak mengurungkan niatku untuk mengikuti lomba tersebut.


Masih hari itu ,aku segera bergegas menemui wali kelasku Bu Kina.


“Bu ,apakah lebih baik saya tidak mengikuti lomba ini saja,kan masih ada Nira yang mendapatkan peringkat 1 di kelas?” Rujukku .


Namun Ibu hanya tersenyum dan berkata ”Belajarlah ,kamu pasti bisa!!!”sambil membelai rambutku.


Kemudian aku kembali kedalam kelas.Di perjalanan aku sempat berfikir bahwa meskipun banyak orang yang tak setuju kepadaku dan mengejekku,namun aku harus tetap semangat belajar.Mungkin dengan memenangkan lomba ini,mereka bisa lebih menghargai dan bisa berhenti mengejekku.


Pulang sekolah aku terus belajar dan belajar ,memahami materi dan berlatih soal latihan.Selain itu aku juga terus berdoa kepada tuhan agar memudahkanku pada pelaksanaannya.


Hingga pada waktunya, aku mulai mengikuti babak penyisihan. Semua teman terlihat memperhatikankanku yang sedang mengerjakan soal.


Lalu di sela – sela mengerjakan soal, terdengar lagi diantara mereka” Anak tiga itu takkan mungkin memenangkan perlombaan ini.” Suaranya itu sangat keras sampai –sampai menggetarkan tubuhku.


Tak tahu mengapa,ketika mendengar kata itu(anak tiga) pikiranku selalu menjadi kosong dan konsentrasiku menjadi buyar .Rasanya sulit bagiku mengerajakan soal-soal tersebut . Karena kesal , ingin sekali aku merobek semua soal dan lembar jawaban yang ada di atas mejaku. Namun saat aku menoleh ke depan,dekat pintu ada guruku dengan wajah harapan kemenangan dariku.


Akupun merasa malu dan segera kembali melanjutkan mengisi soal walau hatiku masih kesal atas perkataan temanku.


Waktupun habis,kemudian lembar jawaban para peserta dikumpulkan.


Alhamdulillah... ternyata dari semua soal yang ku kerjakan , hanya 3 nomor yang salah dan bangganya lagi aku termasuk urutan ketiga dari lima orang yang terpilih melanjutkan ke babak selanjutnya.


Tiba-tiba Nira dan segerombolan kawannya datang menghampiriku kemudian membisikkiku .


“ Sekarang kamu hanya salah 3, apakah babak selanutnya akan tetap begitu hahh??”


Kemudian aku hanya membalasnya dengan senyuman. Aku tak mengerti mengapa mereka berkata begitu padaku,apakah mereka mengejekku atau menyemangatiku aku tak tahu. Namun yang ku tahu adalah aku harus terus belajar dan berdoa kepada tuhan agar aku memenangkan perlombaan ini.


Setiap kali shalat, aku selalu berdoa agar kelak aku menang,teman- temanku bisa menemaniku dan tak mengejekku lagi.


“Amiin.........’’


Kemudian setelah beberapa babak ku lewati ,hari ini adalah hari terakhir perlombaan karena hari ini adalah babak final.


Aku memasuki ruangan dengan penuh doa kemudian duduk di kursi yang telah disediakan.


Petugaspun segera memberikan soal pada setiap peserta ,lalu aku berdoa dan mengerjakan soal dengan hati- hati.


Di balik jendela terlihat teman –temanku melihatku. Aku berharap mereka mendukungku walau mungkin tak begitu.


Disana temanku Feri berteriak lewat sela- sela jendela yang terbuka” Hey anak tigaaa....,apakah kamu yakin akan memenangkan perlombaan ini??Hhuu...”


Seisi ruangan menolehnya sambil menggelengkan kepalanya,karena mungkin merasa terganggu karena teriakannya.


Akupun hanya tersenyum dan dalam hati berkata’’ iya”.


Semua peserta selesai mengerjakan soal kemudian mengumpulkan lembar jawabannya. Hasilnya akan diumumkan besok pagi.


Keesokan harinya hasilnyapun diumumkan . Ternyata aku mendapat nilai tertinggi dari semua peserta. Semua tampak heran kepadaku,namun kemudian mereka terlihat bangga dan semuanya memelukku begitu pula Nira dan Feri dan tak terkecuali Bu Kina.Bahkan ia sempat meneteskan air matanya ketika memelukku.


Hal inilah yang ku harapkan dan kini aku berhasil merasakannya.


Terimakasih tuhan dan semuanya .........


Semoga akan terjadi kesenangan seperti ini untuk SELAMANYA!!!!!!!!!!!!!!



AMIIN....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar